Maaf kalau aku masih mencari arti
karena aku bukan Super Woman
aku hanya Woman
Ordinary Woman, sigh!
Dengarkah para lelaki itu
Dengarkah perempuan perempuan itu
Dengarkah anak-anak itu
Jeritan hati tanpa suara
Meminta Sang Pencipta memeluknya erat
Bukan butuh kehangatan
Karena suhu tubuhnya sudah 39 derajat
(C) LAG
Showing posts with label puisiku. Show all posts
Showing posts with label puisiku. Show all posts
Jangan BIlang ini Galau
Jangan bilang ini galau
ini hanya luapan cinta
Amarah rindu yang melesat
berkejaran dengan waktu
Meletup-letup
bagai kereta bermesin uap
yang tak henti mengembara
walau telah melewati berjuta stasiun
Berhenti hanya sejenak
menyapa kehampaan
Dan Melesat kembali berjuang
menjemput sejumput mesra
yang bukan Cita-Cita tujuan
(C) LAG
Mendung Kelabu
Mendung tidak selalu menggelayutkan hujan
Ada saatnya dia berlalu menampakkan langit biru
atau kilau bintang malam
Hujan tidak senantiasa berselimut pada mendung kelabu
Ada saatnya dia turun membasahi tumbuhan layu
belum tersiram sejak kemarin karena engkau tidak menyiramnya
Tapi kelak dia akan tumbuh tumbuh dengan sendirinya
mengeluarkan warna-warni Merah, Jingga dan Kuning
Ungu bahkan Biru
Karena hujan telah menyirami dengan segala Maha KuasaNYA
Ada saatnya dia berlalu menampakkan langit biru
atau kilau bintang malam
Hujan tidak senantiasa berselimut pada mendung kelabu
Ada saatnya dia turun membasahi tumbuhan layu
belum tersiram sejak kemarin karena engkau tidak menyiramnya
Tapi kelak dia akan tumbuh tumbuh dengan sendirinya
mengeluarkan warna-warni Merah, Jingga dan Kuning
Ungu bahkan Biru
Karena hujan telah menyirami dengan segala Maha KuasaNYA
Tiga Bait Cinta Kita
Tiga Bait Cinta Kita©
Walau ingin ungkapkan berjuta rasa
Apa daya matahari sudah tak bersinar
Tanpa sempat ucapkan kata
Perlahan dan manis kau bilang
"Kita harus tunggu matahari berputar
sinarnya membawa kekuatan cinta
dan bertahanlah sayang"
Perlahan dan manis akupun bilang
"Kita akan tiba di singgasana sayang,
akan nikmati cinta tiga puluh tujuh purnama"
Aku sadar sayang, semua itu hanya sekejap mata
by, Lisa Gopar
Puisi ini dikutsertakan pada Lomba
KEINGINAN
©Keinginan
Tolong simak adakah lamat-lamat suara kehancuran
Ada getaran yang membahana dalam sepiku
Mengguncang mungil wadah khayalku
Rasakan adakah hembusan angin membelai
Karena tidak bisa kubuka jendela yang tak ada
Hanya sebuah pintu tempatmu menjagaku
Memelukku dengan berjuta damai
Aku ingin keluar dari persembunyianku
Tolong katakan
ada sebuah kehidupan akan dilalui
Ada desakan yang bergolak dalam sendiriku
Hujankah diluar sana..
Tak bisa kurasakan terpaannya
Hanya kulihat kau bersiap memayungiku
Sambil memelukku dengan berjuta damai
Terimakasih Tuhan
Masih ada keinginan dalam ketidakberdayaanku
Lisa Gopar
Hidup & Cinta
mencari sepotong semangat dan segumpal harapan
akan menyalakan api harapan
menghangatkan perjalanan kehidupan
hingga deru langkah menjadi berlari
kayuh terasa berat takkan berhenti
semilir hembus angin menemani
kontras warna perantauan ini
disela desah nada ucapan aliran kata
kau tiupkan sungguh menyejukkan hati
begitu lembut membelai telinga
sampai ke sukma peraduan nanti
suaramu kekasih
menjadi dentingan irama cinta
tanpa rintih
hangat dan sejuk berganti rupa
mengalunkan melody hingga tak kurasa mentari siang
betapa perjalan hidup masih panjang
by Lisa Gopar
Subscribe to:
Posts (Atom)
